Sebenernya saya sudah lama tidak menggunjungi benteng ini, terhitung 1 tahun yang lalu mungkin, itupun tidak lama, hanya sekedar mampir, setiap kali saya kejogja selalu saya sempatkan untuk datang ke benteng ini, selain letaknya dekat dengan malioboro, letaknya juga sebelahan sama pasar beringharjo, yap pasar yang sangat ramai pada waktu hari libur, mungkin saat hari biasa tetap saja ramai, saya datang kesana waktu liburan, jadi bisa dipastikan sulit untuk bergerak didalam pasar itu, kembali ke benteng vrederburg.
seperti yang sudah saya singgung diawal Benteng Vrederburg bersebelahan dengan pasar beringharjo dan tidak jauh juga dengan keraton dan pasar malioboro, jadi dipastikan sangat mudah untuk menemukan benteng ini, benteng ini dikelilingi oleh parit dan sedikit rekontruksi bangunan yang sudah dipugar oleh pemerintah jogja, Jika anda ingin ke keraton jogja dari pasar beringharjo pasti akan melewati benteng ini, benteng ini ber-cat warna putih tulang, dengan ornamen ornamen khas belanda dan sedikit rumah joglo jogja, benteng ini luas dan mempunyai banyak komplek museum terdapat 4, dan satu auditorium mini untuk mengisahkan awal berdirinya benteng ini
Baca Juga - Tanjung papuma, berlian dikota jember
- Tips belanja di malioboro
benteng vrederburg sendiri adalah benteng peninggalan belanda yang berdiri tahun 1760 oleh pemerintahan belanda, sebelum didirikan oleh pemerintah belanda, sebenarnya sudah ada benteng yang dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I berbentuk bujur sangkar, alasan pemerintah belanda untuk membangun benteng ini adalah agar mudah mengatur pemerintahan dikota jogja pada saat itu, dan untuk melihat perkembangan kraton, desainer benteng ini adalah Frans Haak, semula bernama Rustenburg diganti menjadi Vredeburg yang berarti 'Benteng Perdamaian'. Nama ini diambil sebagai manifestasi hubungan antara Kasultanan Yogyakarta dengan pihak Belanda yang tidak saling menyerang waktu itu. Benteng ini juga sempat diambil alih oleh jepang,
Untuk bisa sampai ke benteng ini sangat mudah, benteng ini tergolong sangat mudah utntuk dikunjungi, jika anda melewati pasar beringharjo, dan belum puas anda tinggal berjalan ke selatan 100 meter, anda sudah sampai ke depan benteng vrederburg. Jika anda sedang berada di daerah keraton jogja, hanya berjalan kaki 200 meter atau menaiki becak kearah utara, mungkin biaya becaknya 10,000 rupiah, jika anda berada di stasiun jogja kota, anda perlu berjalan ke timur menyusuri rel dan keluar dari stasiun, didepan anda akan langsung menemukan jalan malioboro dan jalan ke selatan lagi untuk sampai ke benteng vrederburg, cara itu juga sama jika anda sedang berada di tugu jogja, hanya berjalan atau menaiki becak ke selatan sejauh kurang lebih 1 kilometer untuk sampai ke benteng vrederburg
Untuk tiket benteng vrederburg sangat murah, yaitu 2000 rupiah saja, bahkan tiket benteng vrederburg lebih murah ketimbang parkirnya, yaitu 5000 rupiah untuk mobil, saya tidak tau untuk harga parkir sepeda motor, karena saya kalau ke benteng vrederburg hanya berjalan kaki, jadi hanya perlu membayar 2000 rupiah, sangat murah bukan? hanya untuk pengetahuan sejarah? Terimakasih...
wikipedia
seperti yang sudah saya singgung diawal Benteng Vrederburg bersebelahan dengan pasar beringharjo dan tidak jauh juga dengan keraton dan pasar malioboro, jadi dipastikan sangat mudah untuk menemukan benteng ini, benteng ini dikelilingi oleh parit dan sedikit rekontruksi bangunan yang sudah dipugar oleh pemerintah jogja, Jika anda ingin ke keraton jogja dari pasar beringharjo pasti akan melewati benteng ini, benteng ini ber-cat warna putih tulang, dengan ornamen ornamen khas belanda dan sedikit rumah joglo jogja, benteng ini luas dan mempunyai banyak komplek museum terdapat 4, dan satu auditorium mini untuk mengisahkan awal berdirinya benteng ini
Baca Juga - Tanjung papuma, berlian dikota jember
- Tips belanja di malioboro
benteng vrederburg sendiri adalah benteng peninggalan belanda yang berdiri tahun 1760 oleh pemerintahan belanda, sebelum didirikan oleh pemerintah belanda, sebenarnya sudah ada benteng yang dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I berbentuk bujur sangkar, alasan pemerintah belanda untuk membangun benteng ini adalah agar mudah mengatur pemerintahan dikota jogja pada saat itu, dan untuk melihat perkembangan kraton, desainer benteng ini adalah Frans Haak, semula bernama Rustenburg diganti menjadi Vredeburg yang berarti 'Benteng Perdamaian'. Nama ini diambil sebagai manifestasi hubungan antara Kasultanan Yogyakarta dengan pihak Belanda yang tidak saling menyerang waktu itu. Benteng ini juga sempat diambil alih oleh jepang,
Untuk bisa sampai ke benteng ini sangat mudah, benteng ini tergolong sangat mudah utntuk dikunjungi, jika anda melewati pasar beringharjo, dan belum puas anda tinggal berjalan ke selatan 100 meter, anda sudah sampai ke depan benteng vrederburg. Jika anda sedang berada di daerah keraton jogja, hanya berjalan kaki 200 meter atau menaiki becak kearah utara, mungkin biaya becaknya 10,000 rupiah, jika anda berada di stasiun jogja kota, anda perlu berjalan ke timur menyusuri rel dan keluar dari stasiun, didepan anda akan langsung menemukan jalan malioboro dan jalan ke selatan lagi untuk sampai ke benteng vrederburg, cara itu juga sama jika anda sedang berada di tugu jogja, hanya berjalan atau menaiki becak ke selatan sejauh kurang lebih 1 kilometer untuk sampai ke benteng vrederburg
Untuk tiket benteng vrederburg sangat murah, yaitu 2000 rupiah saja, bahkan tiket benteng vrederburg lebih murah ketimbang parkirnya, yaitu 5000 rupiah untuk mobil, saya tidak tau untuk harga parkir sepeda motor, karena saya kalau ke benteng vrederburg hanya berjalan kaki, jadi hanya perlu membayar 2000 rupiah, sangat murah bukan? hanya untuk pengetahuan sejarah? Terimakasih...

Murah bener masuknya, bentengnya juga bagus.
BalasHapusyoi gan, murah meriah
Hapusgue yang sering kejogja mlh belum pernah kejogja bang,,hhhha
BalasHapusby dei mitsubishi
sumpah gapaham bang :|
Hapuswah saya kapan hari pernah kesana, nice gan (y)
BalasHapussip sip
Hapus